Higiene Sanitasi perusahaan Jasaboga

Sering kali kita dengan di media beberapa kasus keracunan makanan yang menimpa karyawan/buruh pabrik, murid sekolah ketika mengkonsumsi makanan tambahan, ataupun keracunan pada pesta hajatan, yang kesemuanya disebabkan oleh jasa penyedia makanan secara massal seperti perusahaan katering / jasaboga. Seperti kita ketahui jasaboga atau perusahaan katering adalah perusahaan jasa yang melakukan kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha tersebut atas dasar pesanan yang telah disepakati sebelumnya.
Persyaratan higiene sanitasi adalah merupakan faktor penting dalam penydiaan makanan yang dilakukan oleh jasaboga sebagai upaya pencegahan penyakit, keracunan ataupun gannguan kesehatan dengan memperhatikan faktor makanan, orang, tempat serta perlengkapan yang digunakan oleh jasaboga.
Jasaboga dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu A,B dan C.
Kelompok A adalah jasaboga yang melayani kebutuhan masyarakat umum dibagi menjadi kelompok A1, A2 dan A3. Kelompok A1 adalah jasaboga yang melayani masyarakat umum dengan pengolahan menggunakan dapur rumah tangga serta dikelola oleh keluarga. Kelompok A2 adalah jasaboga yang melayani masyarakat umum, dikelola di dapur rumah tangga dan memperkejakan tenaga kerja, sedangkan kelompok A3 melayani masyarakat umum dengan pengolahan menggunakan dapur khusus dan mempekerjakan tenaga kerja.
Jasaboga golongan B melayani kebutuhan khusus seperti asrama haji, asrama transito, perusahaan, pengeboran lepas pantai, angkutan umum dalam negeri serta pelayanan kesehatan.
Jasaboga golongan C melayani kebutuhan untuk alat angkutan umum internasional dan pesawat udara.
Persayaran Higiene dan Sanitasi sesuai Permenkes 715/Menkes/SK/V/2003 adalah sebagai berikut :
PERSYARATAN UMUM
a. Lokasi
jarak jasaboga min. 500 m dari sumber pencemaran seperti tempat sampah umum, WC umum, bengkel cat dan sumber pencemaran lainnya.
b. Bangunan dan Fasilitas:
– Halaman : bersih tidak banyak lalat, kecoa, serta sarang tikus, pembuangan air kotor tidak menimbulkan sarang serangga dan tidak ada genangan air.
– Konstruksi : kuat dan bersih secara fisik, bebas dari barang-barang bekass yang disimpan sembarangan.
– Lantai : bersih, tidak licin serta mudah dibersihkan
– Dinding : dinding sebelah harus mudah dibersihkan
– Langit-langit: bidang langit-langit harus menutup atap bangunan, min 2.4 meter tinngginya dari lantai.
– Pintu dan jendela : membuka keluar, pintu dilengkapi dengan peralatan anti lalat seperti kassa , tirai , dsb.
– pencahayaan : pencahayaan cukup (100 lux)
– Ventilasi : cukup sehingga kondisinya nyaman untuk bekerja
– Ruang pengolahan makanan : luas, tidak boleh berhubungan langsung dengan jamban / kamar mandi, dilengkapi dengan meja dan lemari tempat menyimpan bahan dan makanan jadi yang terlindung dari tikus.
– Fasilitas pencucian bahan makanan : peralatan dicuci dengan bahan pembersih detergen dan disimpan dalam tempat yang terlindung dari tikus.
– Tempat cuci tangan : terpisah dari tempat pencucian peralatan, jumlahnya disesuaikan dengan pekerja dan diletakkan sedekat mungkin dengan pekerja.
– Air Bersih : memenuhi persyaratan kesehatan
– Jamban dan peturasan : memenuhi persyaratan kesehatan
– Kamar Mandi : tersedia kamar mandi dengan air kran mengalir serta memenuhi pedoman pembuangan air limbah.
– Tempat sampah : diletakkan sedekat mungkin dengan pengolahan makanan namun harus terhindar dari kemungkinan tercemar.
PERSYARATAN HIGIENE SANITASI MAKANAN
– Bahan makanan : bahan makanan yang diolah seperti daging, ikan, sayuran, dll. harus segar tidak rusak atau berubah warna.
– makanan terolah : yang dikemas harus mempunyai label dan merk, terdaftar serta tidak kadaluawrsa, sedang yang tidak dikemas harusbaru dan segar, tidak busuk dan tidak mengandung bahan yang dilarang.
– Makanan jadi : tidak busuk / basi, tidak berlendir, memenuhi persyaratan bakteorologis.
PERSYARATAN HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN MAKANAN
– Personil : memiliki pengetahuan higiene sanitasi makanan, berbadan sehat, tidak mengidap penyakit menular seperti typus, tbc, dll.
– Peralatan kontak dengan makanan : permukaan utuh dan mudah dibersihkan, lapisan permukaan tidak terlarut asam / basa, bila kontak dengan bahan makanan tidak mengandung logam berat seperti As, Cd, Pb, Cu, Zn, Cd, dll. wadah yang digunakan harus tertutup dengan sempurna
– Cara Pengolahan : semua kegiatan pengolahan harus dilakukan dengan cara terlindung kontak dengan tubuh dengan menggunakan sarung tangan plastik, penjepit makanan, sendok dan garpu, penutup rambut, celemek.
Karyawan yang bekerja tidak merokok, tidak makan / mengunyah sambil memasak, serta selalu mencuci tangan sebelum bekerja atau setelah keluar kamar mandi.

NRD @20120412

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s