Penyakit Akibat Kerja

PENDAHULUAN

Perkembangan kemajuan industri yang cukup pesat sehingga diperlukan penggunaan mesin, peralatan, bahan dan sistem kerja baru dengan tujuan peningkatan kuantitas, kualitas serta peningkatan effisensi produksi menimbulkan resiko baru yang cenderung meningkat.

Dampak umum dari PAK adalah Menurunkan produktivitas Menurunkan daya saing

Biaya pengobatan/rehabilitasi meningkat Turn over pekerja meningkat

 Adapun factor-faktor yang mempengaruhi PAK adalah sbb

  • Beban Kerja
    • Fisik
    • Mental
  • Kapasitas Kerja
    • Ketrampilan
    • Kesegaran jasmani & rohani
    • Status kesehatan/gizi
    • usia
    • Jenis kelamin
    • Ukuran tubuh
  • Lingkungan Kerja
    • Fisik
    • Kimia
    • Biologi
    • Ergonomi
    • Psikologi

 

Bebrapa Pengertian PAK

 ILO, 1996

Penyakit Akibat Kerja (PAK) atau (Occupational Diseases) adalah Penyakit yang diderita sebagai akibat pemajanan  faktor-faktor yang timbul dari kegiatan pekerjaan

 Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja (Keputusan Presiden No. 22 tahun 1993) Penyakit yang disebabkan karena pekerjaan atau lingkungan kerja

  PERATURAN PERUNDANGAN YANG TERKAIT PAK.

  • Keputusan Presiden No. 22 tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja
    • Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja
  • Permennakertrans No. Per. 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor PAK
    • Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja
    • Pengurus dan Badan yang ditunjuk wajib melaporkan PAK kepada DirjenBinawas
    • Laporan PAK paling lama 2 x 24 Jam setelah dibuat diagnosa
  • Kepmannaker No. Kepts. 333/Men/1989 tentang Diagnosa dan Pelaporan PAK.
    • Setelah ditegakkan diagnosis PAK, wajib membuat laporan medik
    • PAK dilaporkan selambat-lambatnya 2 kali 24 jam
    • Laporan PAK menggunakan bentuk Form yang telah ditentukan
  • Kepmannaker No. Kep. 79/Men/2003 tentang Pedoman diagnosis dan Penilaian Cacat karena Kecelakaan dan PAK.
    • Digunakan u/ menetapkan diagnosis dan penilaian cacat karena kecelakaan dan PAK guna memperhitungkan kompensasi yang menjadi hak tenaga kerja.

 

FAKTOR BAHAYA DILINGKUNGAN KERJA YANG MENYEBABKAN PAK

Faktor Bahaya

Kondisi

PAK

Fisika Suhu tinggi Heat stress, heat cram,
  Suhu dingin Fros bite
  Kebisingan Hearing loss\
  Getaran Reynold disease
  Tekanan Caison’s disease
  Radiasi mengion \Cancer, leukemia
  Radiasi non mengion Conjunctivitis, katarak
Kimia Zat iritan Iritasi selaput lendir
  Zat korosif Luka bakar
  Zat karsinogenik Cancer
  Zat alergen Dermatitis, asma
  Zat Mutagenik Mutasi genetik
  Zat Teratogenik Penyakit kongenital
  Debu Pneumukoniosis
Ergonomi Beban Angkat HNP,LBP, hernia
  Cara Mengangkat Trauma Otot & Sendi
  Posisi tidak ergonomis Mosculeskeletal disorder
  Gerakan Repetitif Carpal tunel syndrome
  Konstraksi Statis Kelelahan, nyeri otot

 Beberapa contoh PAK yang disebabkan oleh Logam Berat

¡        Berilium : bronkitis, paringitis

¡        Kadmium : gangguan ginjal

¡        Krom : perforasi sekat hidung

¡        Arsen : peny. Syaraf, hepatitis

¡        Merkuri : gangguan ginjal, ggn daya ingat, insomnia

¡        Timbal : gangguan ginjal, anemi, infertil. peny, syaraf

¡        Mangan : peny. Syaraf, gangguan emosi

 

Jenis-jenis PAK berdasarkan dari organ/system tubuh yang terkena

¡        Penyakit alergi/hipersensitivitas

¡        Dermatitis kontak

¡        Penyakit hati dan saluran pencernaan

¡        Penyakit paru-paru

¡        Penyakit saluran kemih

¡        Penyakit jantung dan pembuluh darah

¡        Penyakit darah

¡        Penyakit otak dan syaraf

¡        Penyakit muskuloskeletal

¡        Penyakit sistem reproduksi

¡        Penyakit mata

¡        Penyakit telinga

 

Beberapa Contoh PAK

 Penyakit allergi/hipersensitif :

    • Dapat berupa : Rinitis, Rinosinusitis, Asma, Pneumonitis, aspergilosis akut bronchopulmoner, Hipersensitivitas lateks, penyakit jamur, dermatitis kontak, anafilaksis.
    • Lokasi : biasanya di saluran pernafsan dan kulit
    • Penyebab: bahan kimia, microbiologi, fisis dapat merangsang interaksi non spesifik atau spesifik.

 

Dermatitis Kontak :

    • Ada 2 jenis yaitu iritan dan allergi
    • Lokasi di kulit

Penyakit Paru :

    • Dapat berupa : Bronchitis kronis, emfisema, karsinoma bronkus, fibrosis, TBC, mesetelioma, pneumonia, Sarkoidosis.
    • Disebabkan oleh bahan kimia, fisis, microbiologi.

 

Penyakit Hati dan Gastro-intestinal :

    • Dapat berupa : kanker lambung dan kanker oesofagus (tambang batubara dan vulkanisir karet), Cirhosis hati(alkohol, karbon tetraklorida, trichloroethylene, kloroform)
    • Disebabkan oleh bahan kimia

Penyakit Saluran Urogenital :

    • Dapat berupa : gagal ginjal(uap logam cadmium & merkuri, pelarut organik, pestisida, carbon tetrachlorid), kanker vesica urinaria (karet, manufaktur/bahan pewarna organik, benzidin, 2-naphthylamin).
    • Disebabkan bahan kimia.

 

Penyakit Hematologi :

    • Dapat berupa : anemia (Pb), lekemia (benzena)
    •  disebabkan bahan kimia

Penyakit Kardiovaskuler :

    • Disebabkan bahan kimia
    • Dapat berupa : jantung coroner (karbon disulfida, viscon rayon, gliceril trinitrat, ethylene glicol dinitrat), febrilasi ventricel (trichlorethylene).

 

Gangguan alat reproduksi :

    • Dapat berupa : infertilitas (ethylene bromida, benzena, anasthetic gas, timbal, pelarut organic, karbon disulfida, vinyl klorida, chlorophene), kerusakan janin (aneteses gas, mercuri, pelarut organik) keguguran (kerja fisik)
    • Disebabkan bahan kimia dan kerja fisik

Penyakit muskuloskeletal :

    • Dapat berupa : sindroma Raynaud (getaran 20 – 400 Hz), Carpal turnel syndroma (tekanan yang berulang pada lengan), HNP/sakit punggung (pekerjaan fisik berat, tidak ergonomis).
    • Disebabkan : kerja fisik dan tidak ergonomis.

 

Gangguan telinga :

    • Dapat berupa : Penurunan pendengaran (bising diatas NAB)
    • Disebabkan faktor fisik

Gangguan mata :

    • Dapat berupa : rasa sakit (penataan pencahayaan), conjungtivitis (sinar UV), katarak (infra merah), gatal (bahan organik hewan, debu padi), iritasi non alergi (chlor, formaldehid).
    • Disebabkan faktor fisik, biologi.

 

Gangguan susunan saraf :

    • Dapat berupa : pusing, tidak konsentrasi, sering lupa, depresi, neuropati perifer, ataksia serebeler dan penyakit motor neuron (cat, carpet-tile lining, lab. Kimia, petrolium, oli).
    • Disebabkan bahan kimia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s